
Akhirnya rasa kangenku sama genk waktu kuliah di London School bener2 terhapus dengan pertemuan ini. Terima kasih Tuhan karena aku bisa bertemu dengan teman2ku. Aku bersyukur kita semua tidak ada yang berubah, semua masih saling menyanyangi. Ada yang mau menikah, ada yang sudah menikah dan ada yang sudah memiliki bayi. Kita semua saling bercerita dan saling tertawa. Kayak kembali waktu kuliah dan yang jelas semua kangen2an banget. Rasanya ga cukup ni waktu ketemunya hehehe..kurang pengen lagi. Tapi abis ini aku mau ketemu ama temen SMU dan kuliah ni. Aku udah ga sabar menunggu hari minggu ketemu temen SMU di bangka, pasti banyak perubahan bentuk wajah dan tubuh. Aku perkenalkan (kiri ke kanan) atas Vaya, aku, Merry, dan Henny. Dibawah Aurel, Imel, Fiona dan Feli. Mereka ini teman sekelas dan seperjuangan, apalagi tugas dan ujian juga teman nongkrongku di kantin karena semua doyan makan.
Udah nonton film knowing belum? film yang sangat membuat aku berpikir keras, ini kan yang diramalkan dibuku buku agama, dan yang diramalkan peramal2. Dan ini menurutku ceritanya seperti cerita Nabi Nuh. Kalian tahu kan zaman Nabi Nuh? Nabi Nuh dipilih Tuhan sebagai orang yang terpilih dan berhati baik. Dia diperintahkan untuk mengambil dan menyelamatkan tiap jenis hewan sepasang. Itulah yang akan berkembang biak di bumi nantinya. Kalau dipikirkan, betapa kita semua dari adam dan hawa dan kita semua adalah saudara. Kenapa kita saling menyakiti satu dengan lainnya? karena sebenarnya kita bersaudara. Kembali lagi ke cerita, nah di film knowing ini, sama. Cuma ada anak yang bisa meramalkan kecelakaan yang akan terjadi. Ini sangat mengerikan. Dimana kita akan tahu tentang kiamat dan kita tahu kita semua akan musnah. Dan cuma akan ada yang terpilih yang akan diselamatkan, sepasang manusia, sepasang tiap hewan. Film ini menyadarkan aku, semua yang kita perjuangkan, yang kita punya tiada artinya di hadapan Tuhan. Bertahun tahun kita menyombongkan diri dengan apa yang kita capai dan kita punya, tapi dalam satu waktu Tuhan bisa mengambilnya. Dari cerita ini kita diingatkan lagi untuk lebih menghargai hidup kita, mencintai sesama, untuk apa kita menyakiti saudara2 kita sendiri. Dan satu hal yang paling penting, jangan mengagung-agungkan semua materi yang kita punya karena itu tiada artinya di hadapan Tuhan. Tapi pergunakan rejeki itu sebaik2nya. Jangan diperbudak oleh rejeki itu sendiri.